Jakarta – Humas BRIN, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) memandang, pengelolaan arsip yang baik menjadi hal yang penting bagi sebuah lembaga riset. Hal ini disampaikan Kepala BRIN, Laksana Tri Handoko pada acara penandatanganan naskah kesepahaman antara BRIN dengan Arsip Nasional RI (ANRI), Jakarta, Kamis (13/01/2021).

BRIN sebagai lembaga riset tentunya banyak informasi terkait kepakaran dan ilmu pengetahuan yang dihasilkan, dan itu harus diselamatkan. Melalui kerja sama dengan ANRI inilah, salah satu bentuk upaya yang ditempuh BRIN untuk menyelamatkan data tersebut.

“Dari sisi riset, kami banyak melakukan kegiatan, dan di situ banyak data baik manuskrip maupun digital yang dihasilkan oleh para peneliti BRIN, maka kerja sama ini merupakan hal yang baik bagi kedua belah pihak dalam rangka penyelamatan arsip,” kata Handoko.

Pada kesempatan ini, Handoko menegaskan, BRIN berkomitmen dalam menjalankan gerakan nasional sadar tertib arsip. Gerakan ini merupakan upaya membangun kesadaran semua elemen masyarakat terhadap pentingnya mengelola arsip, khususnya yang terkait birokrasi pemerintah.

“Insha Allah kami di BRIN bisa melakukan komitmen gerakan itu, apalagi saat ini di BRIN semua hampir sudah digital, sehingga akan memudahkan menangani arsip,” tambah Handoko.

Handoko berharap, kerja sama ini akan dapat segera ditindaklanjuti oleh kedua belah pihak dan dapat berkontribusi positif kepada masyarakat dan bangsa Indonesia. 

Kepala ANRI, Imam Gunarto mengatakan, kerja sama yang dirintis oleh kedua belah pihak ini bertujuan untuk mewujudkan kepedulian dan partisipasi dalam memberikan sumbangan pada kemajuan ilmu pengetahuan, teknologi, dan kearsipan yang bermanfaat bagi masyarakat, bangsa dan negara. Hal ini dimaksudkan untuk membangun kerangka kerja sama yang sinergis antara dua institusi dalam meningkatkan dan memanfaatkan potensi masing-masing pihak secara optimal di bidang kearsipan.

Imam Gunarto memberikan apresiasi yang tinggi kepada BRIN atas komitmennya dalam meningkatkan kerjasama dan sinergitas antar Lembaga dalam rangka penyelenggaraan kearsipan. “Saya mengapresiasi kepada BRIN dalam penyelenggaraan kearsipan mulai dari aspek pembangunan SDM, sistem kearsipan, kajian kebijakan, riset dan Inovasi, serta dapat memperkuat dunia kearsipan melalui proses riset dan inovasi sesuai dengan arahan bapak Presiden Jokowi yaitu menjadikan Indonesia sebagai rujukan dan referensi kearsipan dunia,” ujar Imam.

Melalui pengelolaan arsip yang baik, Imam berharap, semua informasi hasil riset dan inovasi yang dihasilkan BRIN nantinya dapat dijadikan sebagai bukti sejarah atas karya anak bangsa dalam melakukan riset. Kearsipan harus mampu menyelamatkan informasi tersebut yang nantinya dapat ditunjukkan kepada dunia bahwa bangsa kita bukan bangsa penjiplak namun mampu menciptakan karya sendiri dengan baik.

“Saya mohon BRIN untuk bisa memperkuat dunia kearsipan melalui proses riset dan inovasi untuk melaksanakan arahan presiden RI yaitu menjadikan kearsipan Indonesia sebagai rujukan dan referensi kearsipan bagi negara-negara lain,” harap Imam. (pur)