Indonesia memiliki kekayaan alam yang sangat tinggi, namun belum bisa dimaksimalkan dalam pemanfaatnnya. Oleh sebab itu penelitian terkait peningkatan nilai tambah dari kekayaan alam mutlak harus dilakukan. Hal itu disampaikan oleh Plt. Deputi Bidang Pemanfaatan Riset dan Inovasi Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Mego Pinandito di depan 120 mahasiswa dari 12 Universitas di Kabupaten Maros yang mengikuti pelatihan penyusunan proposal penelitian untuk mahasiswa pada acara Bakti Teknologi dan Inovasi BRIN di Kabupaten Maros, Minggu (21/11)

Mego menambahkan peningkatan kompetensi mahasiswa terkait metode penelitian perlu dilakukan, sehingga memiliki kepekaan dalam menuangkan gagasan pemikirannya dengan metode penelitian yang bisa dipertanggung jawabkan sehingga menciptakan inovasi yang bermanfaat bagi masyarakat.

“Kepada adik-adik mahasiswa jangan berhenti bermimpi, terus mencoba dan bangunlah jejaring” ujarnya

Sementara itu Anggota Anggota DPR Komisi VII DPR RI Andi Yuliani Paris mengatakan Indonesia memiliki potensi bonus demografi yang luar biasa, dimana dunia penelitian semakin berkembang yang tentunya dunia penelitian banyak membutuhkan peneliti-peneliti muda. Maka dari itu harus disiapkan peneliti-peneliti muda sedini mungkin.

“Kita harus memberikan pemahaman ke masyarakat bahwa menjadi peneliti itu merupakan suatu profesi yang sangat kita hargai dan bisa memberikan suatu pendapatan yang lumayan” ujarnya

Pada kesempatan yang berbeda Bupati Kabupaten Maros Andi Syafril Chaidir Syam mengapresiasi kegiatan yang di gagas oleh BRIN yang bekerja sama dengan anggota Komisi VII DPR RI ini. Diharapkan kedepannya dari Kabupaten Maros lahir peneliti-peneliti yang bisa memberikan sumbangsih pemikiran dan karya-karya inovatif yang bermanfaat bagi masyarakat di Kabupaten Maros.

“Kita harapkan kita harus buat yang produktif yang kedepannya, kita butuhkan mahasiswa-mahasiswi yang bermanfaat kedepannya dengan inovasi yang bermanfaat bagi masyarakat” pungkasnya. (ADD/KPUK)