IDEN

Detail Berita

BRIN Dorong Pemanfaatan Mikroalga untuk Pengembangan Pertanian dan Peternakan di Pondok Pesantren

Diterbitkan pada 27 Agustus 2025

Cirebon- Humas BRIN, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) terus mendorong pemanfaatan hasil riset dan inovasi dalam berbagai sektor kehidupan masyarakat. Salah satunya melalui Pelatihan Pemanfaatan Mikroalga untuk Pengembangan Pertanian dan Peternakan pada Skala Pondok Pesantren, serta Pemaparan Potensi Kerjasama Pemanfaatan Hasil Riset dan Inovasi untuk Masyarakat Pondok Pesantren dalam rangkaian kegiatan Halaqoh Nasional IV Pimpinan Pondok Pesantren se-Indonesia yang dirangkaikan dengan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) I PK-TREN Indonesia di Kabupaten Cirebon, Selasa (26/8).

Dalam kesempatan ini, Wihatmoko Waskitoaji, perwakilan BRIN, menyampaikan bahwa pemanfaatan mikroalga sebagai sumber daya hayati unggul berpotensi besar mendukung ketahanan pangan, peningkatan produktivitas pertanian, dan pengembangan peternakan berbasis ramah lingkungan. Salah satu fokus pemanfaatan adalah penggunaan mikroalga sebagai suplemen tambahan untuk pakan ternak.

“BRIN membuka peluang kerjasama riset dan inovasi dengan pondok pesantren, khususnya dalam pemanfaatan mikroalga untuk pakan ternak, pupuk hayati, serta pengembangan produk turunan bernilai tambah. Pondok pesantren memiliki peran penting dalam menggerakkan ekonomi berbasis komunitas dan dapat menjadi mitra strategis dalam diseminasi teknologi ke masyarakat,” ungkap Wihatmoko.

Lebih lanjut, Wihatmoko menjelaskan bahwa BRIN siap mendampingi pesantren dalam bentuk penerapan teknologi mikroalga. Model ini diharapkan dapat menjadi contoh nyata bagi pesantren lain di seluruh Indonesia.

Kegiatan ini turut dihadiri dan secara resmi dibuka oleh Mantan Wakil Presiden Republik Indonesia, KH. Ma’ruf Amin. Dalam sambutannya, beliau menekankan pentingnya penguatan peran pesantren dalam pembangunan bangsa.

“Pesantren adalah pilar peradaban dan pusat pendidikan umat. Selain melahirkan generasi yang berilmu dan berakhlak, pesantren juga memiliki potensi besar dalam membangun kemandirian ekonomi masyarakat. Ke depan, pesantren harus terus bertransformasi menjadi pusat pemberdayaan umat yang mampu menghadirkan solusi atas tantangan zaman,” ujar KH. Ma’ruf Amin.

Sementara itu, Pengasuh Pondok Pesantren Bina Insan Mulia, KH. Imam Jazuli, menegaskan bahwa pesantren siap berperan lebih luas sebagai lokomotif perubahan sosial.

“Pesantren tidak hanya mendidik santri dalam ilmu agama, tetapi juga membekali mereka dengan keterampilan hidup dan wawasan kebangsaan. Kami ingin membangun model pesantren yang mandiri, produktif, dan berdaya saing, sehingga santri tidak hanya menjadi pemimpin umat di masa depan, tetapi juga agen perubahan dalam masyarakat,” jelas Imam Jazuli.

Sebagai rangkaian dari agenda ini, pada Rabu (27/8) akan dilaksanakan Pelatihan Pemanfaatan Mikroalga untuk Pengembangan Pertanian dan Peternakan pada Skala Pondok Pesantren yang akan dipandu oleh Dwi Susilaningsih, Peneliti Ahli Utama pada Pusat Riset Mikrobiologi Terapan BRIN. Pelatihan ini akan membekali peserta dengan teknik budidaya mikroalga, pengolahan, hingga penerapan praktisnya pada sistem pertanian terpadu dan peternakan.

Melalui pelatihan tersebut, para peserta diharapkan dapat memperoleh keterampilan langsung dalam mengembangkan usaha produktif berbasis mikroalga, baik sebagai pupuk organik ramah lingkungan, suplemen tambahan pakan ternak, maupun bahan baku produk bernilai tambah. Langkah ini menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem pesantren yang mandiri, inovatif, dan berkontribusi bagi ketahanan pangan nasional. (Zain)