IDEN

Detail Berita

Dukung Pengarusutamaan Kehati, BRIN Integrasikan Database Koleksi Tumbuhan Kebun Raya Indonesia

Diterbitkan pada 1 Desember 2023

Bogor - Humas BRIN. Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) termasuk salah satu lembaga yang mendapat mandat Inpres Nomor 1 Tahun 2023 tentang pengarusutamaan pelestarian keanekaragaman hayati (kehati) untuk tercapainya keseimbangan dan keterpaduan dalam pembangunan berkelanjutan. Salah satunya yaitu melakukan inventarisasi, identifikasi, koleksi ilmiah, penelitian dan pengembangan di bidang data dan informasi kehati, serta eksplorasi bioprospeksi.

Pembangunan kebun raya di seluruh Indonesia merupakan salah satu wujud nyata pengelolaan kehati melalui konservasi tumbuhan secara ex situ, di mana keberadaan koleksi tumbuhan teregistrasi menjadi fokus utamanya sebagai koleksi ilmiah. Hal itu disampaikan Deputi Bidang Pemanfaatan Riset dan Inovasi BRIN, R. Hendrian, saat acara "Sosialisasi Sistem Database Terintegrasi Koleksi Tumbuhan Kebun Raya Indonesia" di KKB Kusnoto, Bogor, Kamis (30/11).  

“Koleksi ilmiah ini yang kemudian datanya dikemas dalam Database Manajemen Koleksi Kebun Raya Indonesia (MAKOYANA), sehingga siap dimanfaatkan untuk berbagai riset biodiversitas serta mendukung fungsi eduwisata,” ujarnya. 

Hendrian meminta kepada seluruh pengelola kebun raya untuk serius menangani database koleksi tumbuhan di kebun rayanya masing-masing. 

“Data koleksi kebun raya sangat penting artinya, karena koleksi tumbuhan kebun raya merupakan koleksi ilmiah. Selain itu, database koleksi yang berisi berbagai informasi penting termasuk sejarah perolehan dapat lebih mudah dikelola sebagai sumber data untuk fungsi riset serta eduwisata,” pintanya.

Sementara itu Plt. Direktur Kemitraan Riset dan Inovasi (DKRI) BRIN, Muhaman Amin mengatakan sosialisasi ini merupakan komitmen BRIN melaui DKRI dalam melakukan pendampingan pengembangan kebun raya di Indonesia. Bimtek pengelolaan database koleksi kebun raya atau aplikasi MAKOYANA ini diharapkan dapat menjadi momentum dalam sinergitas para pengelola kebun raya di Indonesia.

Koordinator Pelaksana Fungsi DKRI BRIN, Dina Safarinanugraha,  mengatakan sampai saat ini baru 10 kebun raya di Indonesia yang database koleksi tumbuhannya terintegrasi dengan aplikasi MAKOYANA. 

“Diharapkan melalui sosialisasi ini sedikitnya akan ada 11 kebun raya lagi yang akan bergabung, terintegrasi database koleksi tumbuhannya dengan aplikasi MAKOYANA,” ujarnya. 

Peserta sosialisasi sebanyak 59 orang, berasal dari 16 kebun raya daerah, 5 kebun raya BRIN, mitra pengelola kebun raya, dan pendamping dari BRIN. Pelatihan dilakukan selama tiga hari di Bogor, dengan sistem pembelajaran di kelas dan praktek. Di akhir acara akan dipilih tiga orang peserta terbaik. (ugi/ed: aps)