SIARAN PERS
KEMENTERIAN RISET DAN TEKNOLOGI/BADAN RISET DAN INOVASI NASIONAL
Nomor: 184/SP/HM/BKKP/XII/2020

Cibinong – Menteri Riset dan Teknologi/Kepala Badan Riset Inovasi Nasional (Menristek/Kepala BRIN) Bambang PS Brodjonegoro melakukan kunjungan kerja ke Cibinong dalam rangka penyerahan Surat Keputusan (SK) terkait Tim Nasional Pengembangan Vaksin Merah Putih sekaligus meninjau Gedung Pusat Pengembangan Inovasi dan IPTEK (PPII) LIPI, Kamis, (3/12). Menristek/Kepala BRIN menyampaikan kondisi penambahan penularan Covid-19 yang semakin tinggi menjadikan Indonesia perlu mampu secara mandiri dalam mengembangkan vaksin.

“Dengan populasi sebesar 270 jiwa, Indonesia memiliki kebutuhan vaksin yang besar. Apalagi nanti akan ada revaksinasi atau booster vaksin. Oleh karena itu, selain adanya vaksin kerjasama dengan luar negeri, pengembangan vaksin dalam negeri untuk mendukung kemandirian vaksin sangat diperlukan.” jelas Menristek/Kepala BRIN.

Menteri Bambang menyerahkan SK Menristek/Kepala BRIN Nomor 167/M/KPT/2020 Tentang Pelaksana Harian Tim Nasional Percepatan Pengembangan Vaksin Corona Virus Desease 2019 (COVID-19) kepada tim peneliti LIPI dan tim peneliti Universitas Indonesia yang terlibat dalam pengembangan Vaksin Merah Putih. Pada kesempatan ini, Kepala LIPI Laksana Tri Handoko menjelaskan pengembangan vaksin membutuhkan waktu yang cukup lama karena ada pengembangan dari bibitnya.

“Tahapan awalnya, dilakukan uji pra klinis bibit vaksin dan diujicobakan ke hewan. Ada beberapa fase yang harus dilewati fase I, fase II, fase III, untuk mengetahui khasiat dan keamanannya,” terang Kepala LIPI.

Saat ini, ada 6 lembaga yang turut mengembangankan Vaksin Merah Putih, yaitu LBM Eijkman, Unair, LIPI, UI, ITB, dan UGM dengan masing-masing platform yang berbeda, dimana pengembangannya menggunakan isolat virus yang bertransmisi di Indonesia. Pada kunjungannya tersebut, Menteri Bambang juga meninjau Laboratorium Center for Drug Discovery and Development (CD3). Laboratorium ini berguna untuk mengembangkan imunomodulator, obat yang terbuat dari herbal alami untuk meningkatkan imunitas tubuh pasien jika terserang virus.

Turut hadir Plt. Sekretaris Kemenristek/Sekretaris Utama BRIN Mego Pinandito, Plt. Deputi Bidang Penguatan Riset dan Pengembangan Kemenristek/BRIN Muhammad Dimyati, Ketua Konsorsium dan Inovasi Penanganan COVID-19 Kemenristek/BRIN Ali Ghufron, Rektor Universitas Indonesia Ari Kuncoro beserta jajaran dan Tim Nasional Pengembangan Vaksin Merah Putih Universitas Indonesia, serta Tim Peneliti Vaksin Whole Genome Sequencing dan Imunomodulator Pusat Teknologi LIPI.

Biro Kerja Sama dan Komunikasi Publik
Kemenristek/BRIN