SIARAN PERS
KEMENTERIAN RISET DAN TEKNOLOGI/BADAN RISET DAN INOVASI NASIONAL
Nomor: 185/SP/HM/BKKP/XII/2020

Surabaya – Menteri Riset dan Teknologi/Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (Menristek/Kepala BRIN) Bambang PS Brodjonegoro pada Jumat (04/12) bertolak ke Jawa Timur dalam rangka melakukan kunjungan kerja ke beberapa universitas yang berada di Surabaya serta meninjau Kebun Raya LIPI Purwodadi.

Menristek/Kepala BRIN dalam kunjungan ke Universitas Airlangga pada acara Progres Report dan Diskusi Percepatan Pengembangan Konsorsium Riset Vaksin Merah Putih Platform Universitas Airlangga menyampaikan apresiasinya terhadap implementasi Triple Helix yang dilakukan oleh Universitas Airlangga. Menteri Bambang juga menyampaikan bahwa keterlibatan rumah sakit dan fakultas kedokteran merupakan salah satu langkah strategis yang harus dilakukan.

“Melibatkan fakultas kedokteran dan rumah sakit sejak awal ini tentunya sangat penting. Timeline yang disusun oleh berbagai tim pengembangan vaksin justru merupakan masa yang paling critical ketika masuk ke pharmaceutical company yang akan membawa ke uji klinis. Selain perlu supervisi dari BPOM, uji klinis juga perlu ethical clearance yang bisa memakan waktu yang sangat lama. Melibatkan rumah sakit dan fakultas kedokteran merupakan langkah strategis yang harus dilakukan,” ujar Menteri Bambang.

Bambang PS Brodjonegoro melanjutkan, setiap tahapan dalam proses pengembangan vaksin Merah Putih harus dilakukan secara paralel. Persiapan untuk uji klinis pengembangan vaksin ini sangat dimungkinkan membutuhkan waktu yang cukup lama.

“Saat seed vaksin diberikan ke pabrik untuk diformulasikan menjadi vaksin yang siap dipakai untuk uji klinis maka rentang waktu yang ada bisa segera digunakan untuk memastikan uji klinis tahap pertama bisa dilakukan. Kemudian ketika uji klinis tahap pertama mulai berlangsung, persiapan untuk uji klinis tahap kedua secara paralel mulai dilakukan termasuk ethical clearance. Dengan begitu ketika uji klinis tahap pertama selesai maka uji klinis tahap kedua dapat langsung dimulai, jangan sampai ketika uji klinis tahap pertama selesai, baru melakukan persiapan kedua. Persiapan uji klinis sangat memungkinkan dapat memakan waktu yang berlarut-larut, maka persiapan uji klinis harus dilakukan secara paralel dengan uji klinis tahap sebelumnya,” ungkap Menristek/Kepala BRIN.

Sport Science Salah Satu Upaya Memperbaiki Prestasi Olah Raga

Di hari yang sama Menristek/Kepala BRIN juga melakukan kunjungan ke Universitas Negeri Surabaya. Pada Focus Group Discussion yang membahas pengembangan sport science UNESA, Menteri Bambang menyampaikan bahwa sport science perlu dikembangkan sebagai salah satu upaya yang fundamental untuk memperbaiki prestasi olah raga Indonesia.

“Kita angkat sport science sebagai salah satu upaya fundamental memperbaiki prestasi olah raga kita. Indonesia masih punya kelemahan untuk menjaga keberlanjutan pembinaan atlet, tidak hanya dari segi fisik dan teknis tapi juga dari segi mental. Sport science harus benar-benar dikembangkan dari hulunya, tetapi jangan lupakan sisi yang paling penting dari seorang atlet, yaitu mental,” terang Menteri Bambang

Perguruan Tinggi Perlu Menjadikan Riset Sebagai ‘Mainstream’

Pada kesempatan yang sama, Menristek/Kepala BRIN juga melakukan kunjungan kerja ke Universitas Surabaya dalam rangka peresmian gedung Bioteknologi dan Ubaya Innovaction Hub. Dalam sambutannya Menteri Bambang berpesan bahwa harus ada perguruan tinggi swasta yang menjadikan riset sebagai mainstream.

“Saya mengapresiasi komitmen dari Yayasan untuk fokus tidak hanya pada teaching. Harus ada perguruan tinggi swasta yang berbeda yang mulai menjadikan riset sebagai mainstream-nya selain pengajaran. Arah kita harus lebih jauh dari riset yaitu menuju ke inovasi. Segala sesuatunya harus mempunyai manfaat ke masyarakat, jangan melakukan riset hanya untuk science saja, riset itu untuk society. Ekonomi Indonesia harus kita ubah dari ekonomi berbasis sumber daya alam menjadi ekonomi berbasis inovasi. Kami siap mendukung dengan berbagai program yang ada di Kemenristek/BRIN,”

Selain melakukan kunjungan ke beberapa perguruan tinggi yang ada di Surabaya, Menteri Bambang juga menyempatkan diri mengunjungi Kebun Raya LIPI Purwodadi dalam rangka penanaman pohon serta meninjau lokasi kebun raya yang memiliki luas 85 Ha.

Turut serta dalam kunjungan tersebut Plt. Sekretaris Kemenristek/Sekretaris Utama BRIN Mego Pinandito, Ketua Konsorsium Riset dan Inovasi Penanganan Covid-19 Kemenristek/BRIN Ali Ghufron Mukti, dan Direktur Pengelolaan Kekayaan Intelektual Heri Hermansyah.

Fajar R Dewantara, Moh. Rif’an Jauhari, Masluhin Hajaz
Biro Kerja Sama dan Komunikasi Publik
Kemenristek/BRIN