SIARAN PERS
KEMENTERIAN RISET DAN TEKNOLOGI/BADAN RISET DAN INOVASI NASIONAL
Nomor: 188/SP/HM/BKKP/XII/2020

Bandung – Menteri Riset dan Teknologi/Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (Menristek/Kepala BRIN) Bambang PS Brodjonegoro berkunjung ke PT Dirgantara Indonesia dalam rangka menyaksikan uji terbang pesawat N219 pada Jumat (11/12).

Menristek/Kepala BRIN dalam sambutannya mengucapkan terima kasih kepada Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN), PT Dirgantara Indonesia (PTDI), dan Direktorat Kelaikudaraan dan Pengoperasian Pesawat Udara (DKPPU) Kementerian Perhubungan Republik Indonesia atas keberhasilan dalam pengembangan pesawat N219.

“Kami mengucapkan terima kasih terhadap kerja sama dan kerja keras antara LAPAN dan PTDI yang sudah mengembangkan dan memastikan pesawat ini selesai untuk prototype dan untuk siap uji. Kami juga mengucapkan terima kasih atas dukungan Kementerian Perhubungan khususnya DKPPU yang memberikan registrasi kepada pesawat ini. Tidak lupa dukungan dari test pilot yang sudah menghabiskan waktu yang cukup banyak untuk memastikan pesawat ini akan menjadi pesawat yang aman, menjadi pesawat yang memang dibutuhkan oleh negara kita sebagai negara kepulauan,” ungkap Menristek/Kepala BRIN.

Pesawat yang diberi nama Nurtanio oleh Presiden RI Joko Widodo pada 10 November 2017 ini merupakan pesawat karya anak bangsa hasil kerja sama antara LAPAN dan PTDI. N219 Nurtanio menjalani serangkaian pengujian seperti aircraft performance, karakteristik kestabilan dan pengendalian, uji terbang struktur pesawat, dan pengujian sub sistem pesawat (avionic system, electrical system, flight control, propulsion). Saat ini N219 Nurtanio sudah mendekati tahap akhir pengujian untuk mendapatkan type certificated yang merupakan sertifikasi kelaikan udara dari desain manufaktur pesawat yang diterbitkan oleh otoritas kelaikudaraan sipil DKPPU Kementerian Perhubungan Republik Indonesia.

Menteri Bambang juga mengapresiasi atas keberhasilan PTDI dalam melakukan full integrator melibatkan berbagai macam industri dalam negeri yang terkait dengan komponen pesawat mulai dari desain hingga manufaktur. Dengan adanya fungsi full integrator ini diharapkan bisa menaikan nilai tingkat komponen dalam negeri (TKDN) di atas 50%.

“Saya menyampaikan apresiasi kepada PTDI yang untuk pertama kalinya berfungsi sebagai full integrator mulai dari desain hingga manufakturnya melibatkan berbagai macam industri yang terkait dengan komponen pesawat. Mudah-mudahan rantai nilai produksi atau industri pesawat di Indonesia bisa diwujudkan dan kita terus bisa meningkatkan TKDN yang saat ini hampir 40% dan mudah-mudahan kita bisa segera naikan di atas 50%,” ujar Menteri Bambang.

Saat meninjau uji terbang pesawat N219 Prototype Design 2 (PD2) di apron hanggar final assembly line KP II PTDI Bandung, Menristek/Kepala BRIN menyampaikan juga harapanya bahwa keberhasilan pengembangan pesawat N219 ini diharapkan bisa menjadi awal kebangkitan industri dirgantara di Indonesia dan mampu mempersatukan seluruh wilayah Indonesia.

“Tentunya kita berharap pesawat N219 ini bisa menjadi awal dari kebangkitan industri dirgantara di Indonesia, kita bisa membuktikan sebagai bangsa Indonesia sanggup dan mampu mendesain, dan membangun pesawat ini dari awal sampai menjadi pesawat utuh. Mudah-mudahan bisa menjadi kebanggaan kita semua karena pesawat inilah yang nanti akan mempersatukan seluruh wilayah di Indonesia,” tutup Menteri Bambang.

Di akhir kunjungan kerjanya ke PTDI, Menristek/Kepala BRIN mendapatkan cindera mata berupa sebuah buku yang berjudul “N219 Karya Anak Bangsa Untuk Indonesia” karya Dosen Muda Seskoau sekaligus Experimental Test Pilot N219 Letkol Widi Nugroho. Dalam bukunya, Program N219 ditujukan untuk kemampuan mendesain dan memproduksi, wahana belajar bagi kaum milenial yang terlibat didalamnya, dan membangkitkan industri aviasi untuk berkembang bersama.

Turut hadir dalam acara ini Direktur Pengembangan Teknologi Industri Kemenristek/BRIN Hotmatua Daulay, Deputi Teknologi Penerbangan dan Antariksa Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional Rika Andiarti, Direktur Utama PT Dirgantara Indonesia (Persero) Elfien Goentoro, serta Direktur Teknologi dan Pengembangan PT Dirgantara Indonesia (Persero) Gita Amperiawan.

Fajar R Dewantara, Moh. Rif’an Jauhari, Masluhin Hajaz
Biro Kerja Sama dan Komunikasi Publik
Kemenristek/BRIN