SIARAN PERS
KEMENTERIAN RISET DAN TEKNOLOGI/BADAN RISET DAN INOVASI NASIONAL
Nomor: 45/SP/HM/BKKP/IV/2021

Bekasi – Menteri Riset dan Teknologi/Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (Menristek/Kepala BRIN) Bambang PS Brodjonegoro menghadiri acara pelantikan pengurus Alumni Amerika Serikat (Alumnas) pada Kamis (08/04). Acara yang mengusung tema ‘Advancing the Nation’ ini dilaksanakan secara luring maupun daring langsung dari Distrik 1 Meikarta, Cikarang, Kabupaten Bekasi.

Alumnas disahkan sebagai perkumpulan alumni oleh Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia pada bulan Januari 2021 lalu. Awalnya Alumnas didirikan pertama kali pada tahun 1981 sebagai wadah bagi para lulusan perguruan tinggi Amerika Serikat. Sebelumnya kepeminpinan Alumnas dipegang oleh Hasan Soedjono dan Jimmy Gani.

Menristek/Kepala BRIN yang didaulat sebagai Wakil Ketua Dewan Penasehat Internasional Alumnas dalam sambutannya menyampaikan bahwa Indonesia harus mempunyai mimpi besar sebagaimana Amerika yang memiliki American Dream. Anggota Alumnas harus menjadi agen perubahan dengan terus berinovasi untuk menjadikan Indonesia Emas tahun 2045.

“American Dream merupakan suatu sikap yang membawa Amerika menjadi negara adidaya seperti sekarang ini. Kita harus mulai membangun Indonesian Dream. Alumnas harus bisa memahami visi Indonesia Emas 2045. Saya mengajak Alumnas untuk menjadi agen perubahan yang akan membawa Indonesia menjadi advanced economy. Kata kuncinya adalah inovasi dan entrepreneurship yang harus kita pelajari dari Amerika dan kita adopsi di Indonesia sebagai upaya untuk menjadi negara maju,” ujar Menristek/Kepala BRIN.

Menteri Bambang melanjutkan, dengan berbagai ilmu yang dimiliki oleh para anggota Alumnas diharapkan mampu menjadikan kekayaan sumber daya alam Indonesia memiliki nilai tambah yang jauh lebih besar. Menteri Bambang juga mengajak agar semangat inovasi terus ditanamkan sebagai upaya dalam memajukan perekonomian di Indonesia.

“Kesempatan terbesar sebagai Alumnas adalah dengan berbagai bidang ilmu yang dimiliki. Oleh karena itu mari kita angkat sumber daya alam Indonesia menjadi sesuatu yang much more valuable dan value-added semaksimal mungkin agar menjadi produk yang memiliki daya saing bagi Indonesia. Harus ada kebaruan dan inovasi yang dilahirkan agar memiliki ekonomi yang kuat. Kita harus dorong agar semangat inovasi dan entrepreneur bisa menjadi backbone dari ekonomi maju Indonesia (advance economy of Indonesia),” ungkap Meneteri Bambang.

Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia, Yasonna H Laoly yang juga didaulat sebagai Ketua Dewan Penasehat Internasional Alumnas dalam sambutannya menyampaikan bahwa Alumnas harus dapat memberikan kontribusi positif terhadap kemajuan bangsa Indonesia. Menteri Yasonna juga menekankan Alumnas harus dapat ikut serta membantu bangsa menyumbangkan pikiran dan tenaga agar Indonesia dapat terhindar dari middle income trap sehingga generasi mendatang sudah menjadi bagian dari negara maju.

“Advancing the Nation diharapkan tidak hanya menjadi slogan dalam arti kata saja, tetapi merupakan satu visi yang dapat kita wujudkan di tengah-tengah tantangan bangsa. Alumnas diharapkan dapat mendukung upaya pemerintah sesuai misinya dalam mendukung kemajuan negeri dan membantu pengembangan sosial ekonomi Indonesia. Para anggota Alumnas harus dapat berperan dalam memberikan kontribusi sesuai dengan talenta dan bidang ilmu yang dimiliki,” ucap Menkumham.

Turut hadir dalam acara ini mantan Duta Besar Republik Indonesia untuk Korea Selatan, John A Prasetio; CEO PT Lippo Karawaci Tbk., John Riady; Direktur Utama PT Blue Bird Tbk., Noni Purnomo; CEO Sintesa Grup, Shinta Kamdani; Ketua Alumnas, Hasan Soedjono; dan Ketua Umum Badan Pengurus Alumnas, Jimmy MR Gani.

Fajar R Dewantara, Moh. Rif’an Jauhari, Masluhin Hajaz
Biro Kerja Sama dan Komunikasi Publik
Kementerian Riset dan Teknologi/Badan Riset dan Inovasi Nasional