SIARAN PERS
KEMENTERIAN RISET DAN TEKNOLOGI/BADAN RISET DAN INOVASI NASIONAL
Nomor: 029/SP/HM/BKKP/III/2021

Menteri Riset dan Teknologi/Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (Menristek/Kepala BRIN) menjadi pembicara utama dalam webinar nasional ‘Digital Science Center Sebagai Alternatif Praktik Sains di Era 4.0’ yang diselenggarakan oleh Pusat Peragaan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (PP-IPTEK) Kemenristek/BRIN pada Kamis (04/03). Webinar ini terselenggara sebagai bentuk penerapan Revolusi Industri 4.0 dan tanggap PP-IPTEK dalam beradaptasi di masa pandemi Covid-19 saat ini.

Program Konektivitas yang dicanangkan oleh Presiden RI Joko Widodo pada 26 Februari lalu di Istana Negara Jakarta merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan kualitas dan mempercepat pelayanan publik. Jokowi juga menilai bahwa transformasi digital merupakan solusi cepat dan strategis untuk membawa kemajuan bagi Indonesia. Transformasi digital terus dilakukan oleh berbagai unit layanan publik, termasuk PP-IPTEK sebagai sarana pembelajaran sains untuk memudahkan masyarakat khususnya pelajar agar tetap mendapatkan ilmu pengetahuan dari manapun dan kapanpun.

“Digitalisasi science center merupakan sebuah transformasi konsep science center dari konvensional menjadi virtual, hal ini memberikan kemudahan bagi masyarakat terutama generasi muda di manapun berada untuk mengakses ilmu pengetahuan dan teknologi tanpa harus datang langsung. Oleh karena itu digitalisasi science center adalah sebuah langkah tanggap pandemi yang tepat dan cepat dari PP-IPTEK sebagai science center di bawah naungan Kemenristek/BRIN,” ujar Menristek/Kepala BRIN.

Direktur PP-IPTEK Mochammad Syachrial Annas menjelaskan, PP-IPTEK sebagai layanan publik dalam bidang pembelajaran sains, berupaya secepat mungkin melakukan transformasi menjadi science center dengan layanan berbasis digital. Transformasi digital PP-IPTEK melahirkan beberapa layanan digital baru guna memenuhi kebutuhan masyarakat untuk tetap dapat mengakses Iptek setiap saat. Melalui layanan digital PP-IPTEK yang baru yakni Aplikasi PP-IPTEK Virtual dan Science E-Trip akan menjadi solusi bagi permasalahan pembelajaran sains di masyarakat saat ini.

“Pandemi Covid-19 ini terselip berkah, PP-IPTEK dapat mempercepat penyediaan fasilitas berbasis digital berupa aplikasi PP-IPTEK Virtual. Layanan digital ini kami sajikan untuk melengkapi model pembelajaran sains sehingga dengan kondisi saat ini anak didik dan masyarakat luas tetap dapat mengakses ilmu pengetahuan dan teknologi secara online,” ungkap Syachrial.

Melalui webinar nasional ini diharapkan dapat memberi pengetahuan dan inspirasi baru kepada peserta dalam mengembangkan model-model praktik pembelajaran sains jarak jauh (virtual) dan masyarakat khususnya sekolah semakin memanfaatkan layanan-layanan digital PP-IPTEK dalam mendukung suksesnya pembelajaran di sekolah dan perguruan tinggi. PP-IPTEK sebagai science center yang ada di Indonesia dan wahana pembelajaran Iptek bagi masyarakat khususnya generasi muda, semakin memiliki peran strategis dalam memajukan ilmu pengetahuan dan teknologi di Indonesia dan terus meningkatkan layanan Iptek.

“Dalam proses transformasi digital saya menekankan bahwa dalam implementasinya kita juga harus menumbuhkan kedaulatan dan kemandirian digital yang merupakan prinsip penting transformasi digital Indonesia. Transformasi tersebut harus mendorong penerapan kebijakan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN), meningkatkan pemakaian produk dalam negeri, serta mendorong penguasaan teknologi digital mutakhir oleh semua anak bangsa,” pungkas Menteri Bambang.

Turut hadir dalam webinar ini Kepala Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan IPA Kemendikbud, Enang Ahmadi; Bambang Supriatno (Universitas Pendidikan Indonesia); serta Mutia Delina selaku moderator.

Fajar R Dewantara, Moh. Rif’an Jauhari, Masluhin Hajaz
Biro Kerja Sama dan Komunikasi Publik, dan Pusat Peragaan IPTEK
Kementerian Riset dan Teknologi/Badan Riset dan Inovasi Nasional