SIARAN PERS
KEMENTERIAN RISET DAN TEKNOLOGI/BADAN RISET DAN INOVASI NASIONAL
Nomor: 43/SP/HM/BKKP/III/2021

Jakarta – Menteri Riset dan Teknologi/Kepala Badan Riset Nasional (Menristek/BRIN) Bambang PS Brodjonegoro menyebutkan ada empat kebijakan dan strategi yang digunakan RISTEK/BRIN untuk meningkatkan sistem iptek dan inovasi nasional. Pertama adalah melalui percepatan riset dan inovasi dengan mengembangkan keberadaan Kawasan Sains dan Teknologi, menguatkan klaster inovasi sebagai konsep kolaborasi triple helix, meningkatkan inkubator teknologi, meningkatkan start up inovasi, meningkatkan jumlah publikasi dan sitasi, dan meningkatkan hak paten. Kedua meningkatkan kuantitas dan kualitas riset dan pengembangan melalui peningkatan kerjasama, asesmen, dan kerja sama di bidang sains dan teknologi, mengoptimalkan pemanfaatan dana abadi sains dan teknologi untuk riset dan pengembangan serta litbangjirap, mengembangkan dana alternatif, dan meningkatkan dana riset dan pengembangan dengan pihak di luar pemerintah. Ketiga adalah meningkatkan partisipasi masyarakat dan sektor swasta dalama riset dan inovasi dengan cara meningkatkan produk-produk riset dan inovasi dan meningkatkan jumlah produk inovasi. Terakhir adalah membangun kemampuan komunitas penelitian dengan cara meningkatkan jumlah sumber daya manusia dalam sains, meningkatkan insfrastruktur sains dan teknologi, dan menambah kerja sama internasional. Demikian disampaikan Menteri Bambang dalam sesi pembukaan acara Webinar dan Penandatanganan Nota Kesepahaman antara Kemristek/BRIN, UI, UGM, UNAIR, dan University of Melbourne untuk program PRIME (Partnership in Research Indonesia and Melbourne) yang dilaksanakan secara daring dan disiarkan melalui kanal Youtube Kemristek/BRIN, Rabu (31/03).

Menteri Bambang menjelaskan kerja sama internasional merupakan hal yang penting untuk meningkatkan kualitas universitas dan riset di Indonesia karena berdasarkan data Scopus tahun 2020 ada korelasi positif antara kerjasama internasional dan Field-Weighted Citation Impact (FWCI) di seluruh negara. Menteri Bambang juga mengemukakan cara untuk meningkatkan kualitas peringkat universitas adalah dengan meningkatkan jumlah sitasi dengan membuat kerja sama yang baik melalui kolaborasi universitas di Indonesia dengan universitas terbaik di dunia, salah satunya kolaborasi dengan University of Melbourne di Australia. Selain itu, berdasarkan indeks tersebut, saat ini Australia berada di peringkat tiga dari seluruh negara yang melakukan kolaborasi dengan Indonesia di bawah Jepang dan Malaysia. Ada fakta yang patut disayangkan adalah persentasi karya tulis dari kolaborasi internasional berkurang sebanyak 20 persen pada tahun 2019 dibandingkan pada tahun 2010 yang berjumlah 55 persen.

“Saya berterima kasih kepada Direktur LPDP Andin Hadiyanto untuk mendukung kerja sama ini. Kami menyetujui area kerja sama dalam riset Indonesia dan University of Melbourne dalam bidang ilmu kesehatan yang menjadi prioritas yaitu kesehatan primer, pelayanan kesehatan, kesehatan anak dan remaja, dan penyakit infeksi. Saya selalu menekankan melalui kerja sama ini kita harus mempunyai hasil yang kongkrit ,” ujar Menteri Bambang.

Terakhir, Menteri Bambang berharap nota kesepahaman ini akan diimplementasikan secara efektif dan kolaborasi yang kuat antara profesor universitas di Indonesia dengan University of Melbourne dapat bekerja dengan baik.

Turut hadir dalam acara webinar dan penandatanganan nota kesepahaman ini antara lain Rektor Universitas Indonesia Ari Kuncoro, Deputy Vice Chancellor International University of Melbourne Michael Wesley, Direktur Lembaga Penjamin Dana Pendidikan Andin Hadiyanto, Anita Horvath sebagai pembicara dalam webinar The Development of Research Collaboration between Three Indonesian Universities and University of Melbourne, dan Dwiana Ocvianti sebagai pembicara dalam webinar The Role of Collaboration in Improving Research Quality.

Riska Cobaningrum, Moh. Rif’an Jauhari, Masluhin Hajaz
Biro Kerja Sama dan Komunikasi Publik
Kementerian Riset dan Teknologi/Badan Riset dan Inovasi Nasional
dan
Universitas Indonesia