Jakarta – Humas BRIN, Sesuai amanat dari Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2014 tentang ASN dan Peraturan Pemerintah Nomor 11 Tahun 2017 tentang Manajemen ASN, bagi pegawai yang diangkat menjadi PNS, dan/atau PNS diangkat pada Jabatan Fungsional Tertentu, atau naik jenjang jabatan golongan, maka wajib diadakan upacara pelantikan dan pengambilan sumpah. Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Laksana Tri Handoko (LTH) saat memimpin upacara pelantikan dan pengambilan sumpah CPNS menjadi PNS di lingkungan BRIN, di Gedung BJ Habibie, Rabu (01/12).

“Atas nama keluarga besar BRIN, selamat kepada rekan-rekan CPNS yang telah resmi menjadi PNS di lingkungan BRIN, sejumlah 667 orang pegawai dengan 657 orang diantaranya juga langsung dilantik sebagai Pejabat Fungsional Tertentu. Serta selamat saya ucapkan kepada para PNS yang turut juga dilantik hari ini pada jenjang yang baru, jenjang Ahli Utama pada 4 Jabatan Fungsional, Ahli Muda, dan Madya,” ujar Kepala BRIN dalam agenda yang dilaksanakan secara hybrid ini.

Handoko mengungkapkan, ke depan di lingkungan BRIN, pengembangan jenjang karir bagi para pegawai akan terbuka lebar, di mana tidak terbatas hanya bagi para Peniliti atau Perekayasa (SDM Iptek), namun juga terbuka bagi para SDM Manajemen Pendukung di dalamnya. “Saya pastikan tidak ada diskriminasi kesempatan pengembangan karir bagi semua pihak, jenjang formasi apa pun,” ungkapnya.

Guna mendapatkan SDM berkualitas dan untuk mengembangkan dunia riset inovasi dalam negeri, Handoko mendorong seluruh SDM Iptek (Peneliti, Perekayasa) untuk dapat memiliki kualifikasi pendidikan minimal S3 (doctor), dan bagi SDM Manajemen Pendukung Iptek minimal pendidikan S1 (sarjana). “Jadi saya silahkan, kita dorong bagi para pegawai SDM Iptek maupun SDM Manajemen untuk bisa melanjutkan pendidikan lebih tinggi, S1, S2, sampai S3. Bahkan kami anjurkan, kami telah menyiapkan fasilitas seperti program beasiswa S2, S3 by research, untuk mempercepat peningkatan kualifikasi Bapak dan Ibu sekalian,” tambah Handoko.