SIARAN PERS
KEMENTERIAN RISET DAN TEKNOLOGI/BADAN RISET DAN INOVASI NASIONAL
Nomor: 48/SP/HM/BKKP/IV/2021

Jakarta – Menteri Riset dan Teknologi/Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (Menristek/Kepala BRIN) Bambang PS Brodjonegoro mengunjungi Lembaga Bio Molekuler Eijkman (LBM Eijkman), Rabu, (14/04). Menteri Bambang mengungkapkan bahwa kondisi terkini terkait perkembangan Vaksin Merah Putih menjadi sangat dibutuhkan dan semakin tinggi untuk diprioritaskan.

Menteri Bambang menambahkan Indonesia dengan kurang lebih 270 juta penduduk dan menduduki nomor 4 negara dengan jumlah penduduk terbesar di dunia menjadi sangat beresiko kalau tidak mampu memproduksi dan mengembangkan vaksin secara mandiri.

“Dinamika pengembangan vaksin ini menjadi proses belajar yang perlu kita lalui. Perubahan penelitian bibit vaksin dengan ekpresi mamalia menjadi ekspresi yeast untuk menyesuaikan dengan Bio Farma tentunya akan kembali memakan waktu, namun saya harap hal ini jangan sampai mematahkan semangat kita bersama,” tambah Menteri Bambang.

Menteri Bambang juga berpesan kepada Eijkman untuk dapat menjadi yang terdepan dalam penelitian di bidang kesehatan, dan harapannya ke depan Eijkman mampu mengadopsi sistem kedokteran presisi.

“Mengawinkan ilmu kedokteran dengan digital, big data, dengan kecerdasan artifisial, jadi segala aspek revolusi industri 4.0 sudah harus diadopsi oleh Eijkman, di luar bio molekuler yang menjadi dasarnya,” terang Menteri Bambang.

Kepala LBM Eijkman Amin Soebandrio menyampaikan rasa terima kasih atas segala dukungan Menteri Bambang selama ini mulai dari awal sebelum pandemi sampai saat ini.

“Ini kunjungan Prof. Bambang yang ketiga kalinya, pertama sebelum Covid-19 dan dua kali selama pandemi ini. Terima kasih atas dukungan dan perhatian Ristek/BRIN selama ini kepada LBM Eijkman,” ujar Amin Soebandrio.

Turut hadir dalam kesempatan ini Deputi Bidang Penelitian Translasional dan Kepala Laboratorium Hepatitis LBM Eijkman David Handojo Muljono, dan jajaran Peneliti Senior LBM Eijkman Safarina G Malik, Tedjo Sasmono, Guntur Haryo Satmoko, Josephine Elizabeth Siregar, Ari Winasti Satyagraha, Puji Budi Setia Asih, dan Wuryantari Setiadi.

Biro Kerja Sama dan Komunikasi Publik
Kementerian Riset dan Teknologi/Badan Riset dan Inovasi Nasional