Serpong, Humas BRIN – Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menggelar pameran akbar kendaraan listrik tahun 2021, bertajuk Indonesia Electric Motor Show (IEMS) 2021. Acara yang berlangsung di Kawasan Puspitek Serpong (24-26/11) ini bertema Innovation for Better Future Mobility.  

Kepala Kantor Staf Presiden, Moeldoko dalam sambutannya menyatakan, pembangunan industri pendukung kendaraan listrik seperti baterai motor listrik dan komponen lain selain struktur pendukungnya memerlukan nilai investasi yang cukup tinggi. “Baterai dan motor ini kita masih impor, kalau ini bisa segera kita beresin. Kita punya bahan baku yang ada semuanya di sini. Segera berikutnya teman-teman mengembangkan motor yang bisa untuk sepeda motor, mobil, dan mobil penumpang yang besar,” ujarnya.

Moeldoko juga mengungkapkan bahwa menciptakan ekosistem perlu dukungan pemerintah maupun berbagai sektor lainnya untuk menciptakan ekosistem kendaraan, terutama dalam mengembangkan industri yang termasuk sebagai industri pioneer. Menurutnya, beberapa dukungan yang perlu diberikan, antara lain Kemenkomarves dan Kementerian Perhubungan, serta industri untuk calon investor. “Pemerintah juga dapat menciptakan inisial market dengan cara mendorong penggunaan kendaraan listrik,” saran Moeldoko.

Dirinya menegaskan, kendaraan listrik sebagai teknologi yang tidak bisa ditawar-tawar. “Kesempatan investasi harus dibuka selebar-lebarnya, jangan dipersulit. Penyiapan transisi energi menuju energi hijau merupakan keharusan. Oleh karena itu, presiden meminta untuk menggunakan waktu sebaik-baiknya untuk memperkuat pondasi menuju transisi tersebut,” ulasnya.

“Saya berbicara di depan para periset ini agar menjadi atensi kita semuanya berikutnya. Saat ini di Indonesia belum terbentuk. Sebagian besar komponen masih berasal dari impor. Jika tidak dilakukan riset dan pengembangan yang agresif terbaru, insentif yang menarik bagi pengembangan KBLBB, maka Indonesia hanya akan menjadi market, Indonesia hanya menjadi pasar. Kita bisa ketinggalan lagi dan kita hanya menjadi penonton,” ungkapnya.

Kepala BRIN, Laksana Tri Handoko menekankan bahwa BRIN ada bukan untuk BRIN sendiri, melainkan untuk semuanya. “BRIN dibentuk untuk membantu semua pihak termasuk kementerian/ lembaga membantu para pelaku usaha untuk bisa masuk ke aktivitas riset dengan investasi yang seminimal mungkin.  Dari sinilah pemerintah itu hadir dan untuk itulah BRIN sebagai pemerintah hadir membantu khususnya para pelaku usaha kita untuk bisa masuk,” tuturnya.

“Ke depan, kita berharap bapak ibu para pelaku usaha itu bisa memiliki riset and development tanpa harus investasi di awal. Nanti kalau sudah merasakan keberhasilannya sedikit demi sedikit, saya yakin pasti bapak itu akan melakukan investasi di internalnya sendiri. Jadi, dalam jangka panjang kita berharap semakin banyaknya pihak swasta yang melakukan riset secara mandiri,” papar Handoko. “Ekonomi kita itu akan tumbuh kalau pelaku hanya tumbuh bukan pemerintahannya yang tumbuh,” tandasnya.

“Pada kesempatan ini saya sampaikan Puspiptek ini adalah kampus kami yang terbesar yang fokus ke basic science and engineering. Ada lagi kampus lain, kurang lebih ada 115 lokasi di berbagai wilayah di Indonesia. Kita berharap kawasan ini tidak boleh ada kendaraan berbasis internal combustion engine lalu-lalang,” imbuhnya.

Deputi bidang Kemaritiman dan Investasi – Kementerian Koordinator Maritim dan Investasi Ayodhia G L Kalake mengatakan, pemerintah Indonesia sangat serius dalam mendorong implementasi kebijakan atau kendaraan listrik berbasis baterai. “Kebijakan ini diharapkan akan menjadi salah satu langkah strategi pemerintah dalam meningkatkan mobilitas dan juga lingkungan hidup yang bebas polusi dalam beberapa dekade terakhir subsidi bahan bakar minyak yang sangat tinggi,” jelasnya.

Di sisi lain, ia menambahkan, Indonesia memiliki energi listrik yang belum dapat dioptimalkan penggunaannya. “Ini akan menjadi solusi untuk transformasi kendaraan listrik, ini akan menjadi harapan pemulihan ekonomi. Ke depan, sumber daya alam yang melimpah termasuk akan menjadi modal dasar bagi pengembangan ekosistem, serta menjadi nilai tambah menjadi bagian dari global setelah baik untuk produk baterai maupun produk itu sendiri,” terangnya.

Plt. Kepala Organisasi Riset Pengkajian dan Penerapan – BRIN, Dadan Moch. Nurjaman mengatakan, Peraturan Presiden nomor 55 tahun 2019 tentang percepatan program kendaraan bermotor listrik berbasis baterai (KBLBB) atau kendaraan berbasis baterai untuk transportasi jalan telah diundangkan dua tahun yang lalu. Sejak itu pula BRIN melakukan akselerasi riset dan inovasi terkait teknologi kunci untuk mendukung program pemerintah tersebut untuk mendukung teknologi KBLBB roda empat. BRIN bersama PT Mobil Anak Bangsa dan industri dalam negeri lainnya mengembangkan platform chasis dan body, controller, motor listrik, serta charging station. Sedangkan untuk percepatan teknologi kendaraan roda dua telah dikembangkan motor listrik, rem suspensi, serta fast charging station.

Hingga tahun 2021, BRIN telah mendesain komponen rangka suspensi dinamis sebagai kunci dasar improvement dan optimasi desain rangka atau struktur. BRIN juga telah mengembangkan fast charging station untuk KLBB roda dua dan roda empat, fast charging lithium battery, serta aplikasi charging station management system.

Sebagai informasi, seminar presentasi produk serta sesuai kendaraan listrik menjadi rangkaian acara pameran. Hasil inovasi putra-putri Indonesia terkait teknologi kendaraan listrik dan pendukungnya disajikan dalam pameran antara lain fast charging station kendaraan listrik kendaraan roda empat dan roda dua, demonstrasi aplikasi monitoring system kendaraan, dan lainnya.

Perhelatan ini didukung beberapa kementerian dan institusi terkait, antara lain Kementerian koordinator bidang kemaritiman dan investasi, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, Kementerian Perhubungan, Kementerian Perindustrian, Dewan Energi Nasional, PT LEN Persero, PT Pertamina Persero, PT Wijaya Karya Industri Manufaktur, PT Mobil Anak Bangsa, dan lain-lainnya. (drs)