SIARAN PERS
BADAN RISET DAN INOVASI NASIONAL
Nomor : 62/SP/HM/BKKP/V/2021

Jakarta – Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menggelar halalbihalal secara daring dihadiri Kepala BRIN Laksana Tri Handoko (LTH) bersama seluruh keluarga besar BRIN mulai dari pejabat eselon I-IV dan staf di lingkungan BRIN dan pimpinan Lembaga Pemerintah Non-Kementerian (LPNK) yang tergabung dalam BRIN, Jumat, (21/05). Acara halalbihalal yang diawali dengan pembacaan ayat-ayat suci Alquran dan saritilawah ini juga dapat diikuti melalui akun youtube BRIN Indonesia.

Pada kesempatan ini, Kepala BRIN Handoko secara pribadi dan mewakili seluruh jajaran BRIN mengucapkan Selamat Hari Raya Idulfitri 1 Syawal 1442 H dan memohon maaf lahir dan batin. Handoko menyampaikan bahwa tahun ini merupakan tahun yang menjadi tantangan bersama, dengan masih adanya pandemi Covid-19 dan tentunya dengan ada perubahan kelembagaan BRIN.

“Banyak harapan, ada sedikit kecemasan karena kita masih dilanda oleh pandemi, yang tentu saja belum tahu kapan akan berakhir dan kita berharap untuk bisa segera berakhir. Khusus untuk keluarga besar BRIN karena kita masih dalam proses perubahan kelembagaan,” ungkap Kepala BRIN.

Handoko meyakini proses perubahan kelembagaan dalam skala sangat besar ini akan dipastikan dapat berjalan dengan smooth dan baik. Handoko menambahkan dengan adanya kelembagaan baru ini ke depannya akan memunculkan banyak peluang-peluang baru, dan berharap kepada seluruh keluarga besar BRIN untuk semangat dan termotivasi dalam bekerja.

“Kita semua saat ini menjadi saksi sejarah, saksi dari perubahan milestone pengelolaan riset di Indonesia. Akan muncul tantangan dan juga memunculkan banyak peluang bagi kita semua, Bapak dan Ibu semua tetap bersemangat serta termotivasi menyambut perubahan ini. Jadi harus dilihat dari sisi adanya peluang baru bagi kita semua yang sebelumnya tidak terbayangkan, dan segera akan kita realisasikan,” ujar Handoko.

Menurut Handoko, Sumber Daya Manusia (SDM) menjadi komponen utama dalam hal mendukung kegiatan aktivitas riset dan inovasi. Oleh karena itu LTH berkomitmen memprioritaskan pengembangan SDM dalam kaitannya dengan perubahan kelembagaan.

“Kita akan membuka seluruh posisi yang tersedia secara terbuka. Tentu saja melalui mekanisme secara seleksi terbuka, baik dari posisi tertinggi dari eselon 1 sampai dengan posisi staf. Jadi kalau eselon terbuka melalui seleksi reguler, untuk posisi staf, subkordinator, kordinator akan melalui mekanisme seleksi terbuka internal maupun penataan SDM,” terang LTH.

Kepala BRIN menyebutkan nantinya di dalam BRIN akan ada banyak penugasan-penugasan baru, karena akan muncul ‘model dan proses bisnis baru’ yang tentunya membutuhkan SDM yang profesional. Opsi pengelolaan SDM seperti mutasi antar kementerian/lembaga, penugasan ke berbagai unit kerja dalam koordinasi BRIN akan dilakukan secara terbuka.

“Kemudian yang lebih penting adalah ke depan setelah melewati bulan Ramadan, alangkah baiknya kita berhijrah menjadi yang lebih baik dan pada saat yang sama kita saat ini berhijrah menuju lembaga baru, sistem, dan proses bisnis yang baru sehingga setiap insan SDM yang ada di dalam keluarga besar BRIN diharapkan bisa fokus pada upaya meningkatkan kompetensi dan kapasitas diri,” tutup Handoko.

Plt. Sekretaris Utama BRIN Mego Pinandito dalam laporannya menyampaikan bahwa agenda Halalbihalal yang mengusung tema ‘Semangat Hijrah dalam Menyikapi Pandemi Covid-19 dan Perubahan Menuju BRIN yang Inovatif’ ini sebagai ajang silahturahmi seluruh keluarga besar jajaran pimpinan dan pegawai BRIN setelah melewati bulan Ramadan dan Hari Raya Idulfitri 1 Syawal 1442 H.

Nasaruddin Umar: BRIN Berfungsi Ganda, Menjawab Permasalahan Bangsa dan Meningkatkan Martabat Bangsa

Dalam kesempatan yang sama, Imam Besar Masjid Istiqlal Nasaruddin Umar mengatakan tugas BRIN sebagai penyelenggara kegiatan riset dan inovasi juga terdapat dalam kitab suci Alquran, yang mengajarkan kita untuk menjadi insan berilmu, inovatif sehingga menjadi manusia yang bermanfaat dan bermartabat.

“Salah satu sifat Allah SWT adalah Al Khaliq, Allah Maha Pencipta, bisa kita artikan kreatif. Nabi Muhammad SAW meminta kita untuk mencontoh sifat-sifat Allah SWT, tentu sebagai hamba-Nya kita diminta untuk kreatif. Semakin kreatif kita mendekatkan diri ke Tuhan, maka semakin bahagia kita,” ucap Imam Besar Mesjid Istiqlal Nasaruddin Umar.

Nasaruddin Umar menjelaskan semakin banyak ditemukan penemuan akan semakin banyak inovasi-inovasi yang bermunculan. Beliau menambahkan adanya BRIN diharapkan bisa berfungsi ganda, satu sisi menjawab permasalahan bangsa dan sisi lain secara spiritual mempunyai arti tersendiri meningkatkan martabat bangsa.

“Semakin banyak inovasi yang kita lakukan, maka semakin tinggi martabat kita di sisi Allah SWT. Karena Allah SWT akan mengangkat derajat martabat orang-orang yang beriman dan berilmu. Kejayaan suatu bangsa ditentukan oleh kemampuan bangsa itu melakukan inovasi,” jelas Nasaruddin Umar.

Acara halalbihalal makin meriah dengan hiburan para staf milenial BRIN yang tergabung dalam band BRIN 19 yang membawakan lagu-lagu religi. Hiburan unik lainnya tampilnya stand up komedi oleh komika dan BBC 100 Woman 2018 Sakdiyah Ma’ruf.

Turut hadir dalam acara ini Kepala Batan Anhar Riza Antariksawan, Kepala Bapeten Jazi Eko Istiyanto, Kepala LBM Eijkman Amin Soebandrio, dan perwakilan LPNK.

Biro Kerja Sama dan Komunikasi Publik
Badan Riset dan Inovasi Nasional