SIARAN PERS
KEMENTERIAN RISET DAN TEKNOLOGI/BADAN RISET DAN INOVASI NASIONAL
Nomor: 32/SP/HM/BKKP/III/2021

Jakarta – Sebagai upaya terus mendukung hilirisasi dan ajang promosi hasil riset dan inovasi anak bangsa, Kementerian Riset dan Teknologi/Badan Riset dan Inovasi (Kemenristek/BRIN) dalam hal ini diwakili Sekretaris Kemenristek/Sekretaris Utama BRIN Mego Pinandito menyerahkan satu unit alat skrining Covid-19 yaitu GeNose C19 kepada Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Kemenko Polhukam) yang diwakili Sesmenko Polhukam Letjen TNI Tri Soewandono bertempat di Kantor Kemenko Polhukam, Medan Merdeka Barat, Rabu, (10/03).

“Tentunya dalam rangka bagaimana kita bisa memanfaatkan hasil-hasil riset dan inovasi, yang benar-benar bisa sampai menghasilkan produk komersial. Dengan dukungan dari rekan-rekan di Kementerian/Lembaga harapannya alat ini bisa digunakan secara lebih luas,” ujar Sekretaris Kemenristek/Sekretaris Utama BRIN Mego Pinandito.

Mego Pinandito menambahkan upaya dukungan dan promosi ini tentu akan diberikan terhadap produk-produk riset dan inovasi lainnya yang telah hadir sebelumnya antara lain ventilator, suplemen immunodulator, dan juga nanti vaksin Merah Putih sehingga dapat mempercepat penanganan pandemi Covid-19 dan mendukung pemulihan ekonomi nasional.

Sesmenko Polhukam Letjen TNI Tri Soewandono mengungkapkan dengan adanya GeNose C19 ini tentunya akan mempermudah dan memperlancar pelaksanaan kegiatan di lingkungan Kemenko Polhukam, dengan skrining yang cepat, nyaman, dan murah setidaknya juga akan berdampak pada anggaran.

“Kemudian juga, kita berupaya melaksanakan perintah Presiden mengenai usaha bersama meningkatkan penggunaan produk dalam negeri. Terima kasih, tentunya alat ini akan menambah kemampuan kami melakukan skrining,” ungkap Sesmenko Polhukam Letjen TNI Tri Soewandono.

Tim GeNose C19 UGM Eko Fajar Nur Prasetyo yang turut hadir menjelaskan ada pembaruan terhadap sistem AI pada GeNose C19 untuk peningkatan pengolahan data hasil uji skrining. “Selain update sistemnya, terkait Hepa Filter apa bila ada pasien yang dinyatakan positif, kami dalam 2 minggu ini telah melakukan kajian yang lebih intensif tentang safety maka rekomendasi dari kami tidak perlu untuk diganti. Namun di update software terbaru ada prosedur cleaning jadi nanti bisa dipakai kembali,” jelas Eko Fajar.

Mengakhiri pertemuan, Menko Polhukam Mahfud MD yang didampingi dengan Sesmenko Polhukam Tri Soewandono menyempatkan diri bertemu dengan Sekretaris Kemenristek/Sekretaris Utama BRIN Mego Pinandito dan Tim GeNose C19 Eko Fajar untuk berdiskusi terkait pemanfaatan GeNose C19 untuk skala lebih luas di lingkungan Kemenko Polhukam dan menyatakan apresiasinya terhadap karya anak bangsa ini. Dalam kesempatan tersebut juga dilakukan pengujian tes GeNose C19 terhadap beberapa pegawai Kemenko Polhukam.

Turut hadir dalam kesempatan ini Staf Ahli Bidang Kelembagaan dan Sumber Daya Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Kemenristek/BRIN Erry Ricardo Nurzal, Staf Khusus Menko Polhukam Bidang Hubungan Kelembagaan Budi Kuncoro, Kepala Biro Kerja Sama dan Komunikasi Publik Kemenristek/BRIN Nada Darmiyanti S, Kepala Biro Umum Kemenko Polhukam Emah Liswahyuni, Kepala Biro Hukum, Persidangan, dan Hubungan Kelembagaan Kemenko Polhukam Sidiq Mustofa, Tenaga Kesehatan Kemenko Polhukam Dr. Aan dan Dr. Robert.

Biro Kerja Sama dan Komunikasi Publik
Kementerian Riset dan Teknologi/Badan Riset dan Inovasi Nasional