Jakarta, Humas BRIN – Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) berkomitmen akan memfasilitasi kegiatan riset di Pergurauan Tinggi, khususnya yang berada di bawah Asosiasi Perguruan Tinggi (APERTI) Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dalam rangka memajukan riset dan inovasi di tanah air. Hal itu disampaikan Kepala BRIN Laksana Tri Handoko dalam Webinar APERTI BUMN dengan topik “Masa Depan Riset dan Inovasi untuk Indonesia Maju”, Rabu (12/1).

Menurut Laksana Tri Handoko APERTI BUMN mempunyai posisi yang strategis untuk berkolaborasi dengan BRIN. Hal ini sesuai dengan keinginan BRIN dalam memperkuat riset non pemerintahan yang berhubungan dengan peningkatan nilai tambah ekonomi. “Perguruan tinggi di bawah BUMN ini menjadi salah satu mitra utama kami ke depan dalam melaksanakan riset dan inovasi,” ujarnya.

Untuk membangun kolaborasi tersebut, BRIN menyiapkan berbagai fasilitasi baik dari sisi skema open platform, skema pendanaan riset, maupun skema pusat kolaborasi riset. Dengan skema open platform semua fasilitas infrastruktur yang dimiliki BRIN boleh dipakai oleh semua pihak. “Peralatan itu penting karena semakin kesini semakin advance yang dibutuhkan untuk mendukung riset,” ucapnya.

Sementara untuk skema pendanaan riset, Handoko menyebutkan BRIN menyediakan dua pendanaan riset yang berbasis Prioritas Riset Nasional (PRN), dan riset dalam mendukung penanganan covid 19. Selanjutnya, ada skema baru yaitu pusat kolaborasi riset, skema ini merupakan upgrade dari Pusat Unggulan Iptek (PUI).

Dimana pusat kolaborasi riset ini fokus pada riset tertentu, yang akan diikat kontrak tahun jamak, yang bisa berdurasi sampai 7 tahun. Pusat Kolaborasi Riset ini bisa dilakukan baik dengan industri maupun perguruan tinggi. “Semua skema yang ada di kami tidak ada monev kecuali di akhir tahun, untuk mengevaluasi kelanjutan di tahun berikutnya, jadi tidak mengganggu dalam melakukan aktifitas riset,” ucapnya.

Dengan berbagi fasilitas dan skema ini Handoko berharap ada kolaborasi riset dengan kampus dan industri yang terbangun secara alami. hal ini karena kolaborasi itu basisnya person to person, yang merupakan aktifitas personal periset.

“Jadi BRIN disini menyediakan fasilitas untuk periset berkolaborasi dengan nyaman untuk menelurkan kreatifitas sehingga dapat berkontribusi bagi bangsa ke depan. Saya berharap muncul banyak kolaborasi khususnya dengan kampus-kampus di APERTI BUMN ini,” harapnya.

Rektor Telkom University Prof Adi Wijaya menyebutkan banyak hal yang dapat dikolaborasikan antara BRIN dan APERTI BUMN ke depan. Dimana APERTI BUMN memiliki banyak perguruan tinggi yang konsern di bidangnya masing-masing. Telkom University sendiri fokus dalam bidang Information and Communication Technology (ICT).

“Riset dan inovasi ini bermula dari persoalan yang ada di masyarakat. Dengan hadirnya perguruan tinggi berbasis corporate ini diharapkan akan sangat membantu dalam memajukan riset dan inovasi yang bermanfaat bagi kemajuan bangsa indonesia,” ujarnya.

APERTI BUMN sendiri menjadi wadah perguruan tinggi BUMN, seperti Telkom University, Universitas Pertamina, Institute Teknologi PLN, Universitas Internasional Semen Indonesia, Politeknik Pos Indonesia, Sekolah Tinggi Manajemen Logistik (STIMLOG), Institut Teknologi Telkom Surabaya dan lainnya. (jml)