SIARAN PERS
KEMENTERIAN RISET DAN TEKNOLOGI/BADAN RISET DAN INOVASI NASIONAL
Nomor: 47/SP/HM/BKKP/IV/2021

Jakarta – Sejalan dengan program Pemerintah demi mempercepat adanya kekebalan kelompok menghadapi Covid-19, Kementerian Riset dan Teknologi/Badan Riset dan Inovasi Nasional (Kemenristek/BRIN) menyelenggarakan Vaksinasi Dosis Kedua bagi para pegawai. Kegiatan ini berlangsung selama 3 hari terhitung sejak 10-12 April 2021 di Auditorium Soemitro Djojohadikoesoemo lantai 3, Gedung BJ Habibie, Jakarta.

Bekerjasama dengan Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Badan Litbangkes) dalam hal ini Puslitbang Biomedis dan Teknologi Dasar Kesehatan (Puslitbang BTDK), target sasaran program vaksinasi dosis kedua ini sebanyak 1.559 pegawai. Program vaksinasi tahap pertama sendiri telah dilaksanakan pada 23-25 Maret 2021 yang lalu.

Selama tiga hari pelaksanaan, sebanyak 1.486 pegawai telah menerima vaksin dosis kedua. Jumlah vaksin yang digunakan selama tiga hari adalah 145 Vial ( multi dose Biofarma), indeks pemakaian 10,24 dosis per vial.

Dalam agenda vaksinasi ini juga diserahkan bantuan masker oleh Kepala Biro Keuangan dan Umum Kemenristek/BRIN Kemal Prihatman dan disaksikan Kepala Biro Sumber Daya Manusia Kemenristek/BRIN Ari Hendrarto Saleh kepada perwakilan Puslitbang BTDK, RSKO Jakarta, RSPI Sulianti Saroso, Puskesmas Menteng, Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta, dan Balai Kesehatan Puspiptek.

Pada pelaksanaan vaksinasi dosis kedua ini diturunkan enam grup skrining dan enam orang vaksinator, dengan target vaksinasi per hari sekitar 500 sampai 600 pegawai. Guna membantu pelaksanaan program vaksinasi, Puslitbang BTDK menurunkan lima orang tenaga kesehatan dan satu orang tenaga logistik.

Dyah Armi Riana, koordinator pelaksana kegiatan vaksinasi dari Puslitbang BTDK menyebutkan tidak ada kendala yang ditemukan selama proses vaksinasi baik dari sisi koordinasi dengan pihak terkait maupun dalam penyediaan logistik vaksinasi.

Sepakat dengan Dyah, Kepala Puslitbang BTDK, Vivi Setiawaty juga menyebutkan bahwa pelaksanaan vaksinasi berjalan dengan lancar, dan sampai saat ini belum ada laporan peserta vaksinasi yang mengalami KIPI berat. Vivi juga meminta maaf jika ada kekurangan selama pelaksanaan vaksinasi.

Selain Badan Litbangkes, kegiatan vaksinasi dosis kedua juga melibatkan beberapa instansi, yakni Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Direktorat Jenderal Pelayanan Kesehatan, Pusat Data dan Informasi, Pusat Krisis Kesehatan, Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Kesehatan, Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta, Suku Dinas Kesehatan Kota Jakarta Pusat, RSPI Sulianti Saroso, Rumah Sakit Ketergantungan Obat Jakarta, Puskesmas Kec. Menteng, Poli Kemenristek/BRIN dan Puspiptek Serpong.

Biro Kerja Sama dan Komunikasi Publik
Kementerian Riset dan Teknologi/Badan Riset dan Inovasi Nasional
dan
Biro Komunikasi dan Pelayanan Masyarakat, Kementerian Kesehatan RI